sekerey 87 sekerey 87 Author
Title: Pulau Matak Nan Indah
Author: sekerey 87
Rating 5 of 5 Des:
Pariwisata Oleh : Eddy Yusup 21-Feb-2009, 00:06:15 WIB - [ www.kabarindonesia.com ] KabarIndonesia ...

Pariwisata

Oleh : Eddy Yusup

21-Feb-2009, 00:06:15 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Pulau Matak Nan Indah di pandang. Kalau memang ingin benar-benar menyepi, jangan cuma di Jawa, pergilah ke Laut Natuna (Anambas). Itu hasil pengalamanku ber-long weekend di Kepulauan Anambas nan jauh di pucuk utara Indonesia sana. Di pagi Lebaran hari pertama, bersama para pekerja pemboran minyak kami terbang menembus awan dengan pesawat mungil berbaling-baling, melintasi Laut Jawa, Pulau Bangka dan Selat Malaka, kemudian mendarat di ujung utara Pulau Matak, sebuah tempat yang menjadi basis operasi perusahaan minyak Oil & Gas di Laut Natuna. Dari atas pesawat sudah terlihat birunya laut mengundang ceburan. Biru dan biru sejauh mata memandang, hanya disana-sini diseling onggokan-onggokan hijau dikelilingi cincin putih: pulau dengan hutan perawan dikelilingi pantai berpasir putih, atau bukit-bukit granit putih menyilau mata, tegar diterjang ombak. Inilah Laut Natuna, yang terletak di antara Semenanjung Malaya dan Kalimantan, dengan beberapa kelompok kepulauan, yaitu Natuna, Anambas dan Tambelan yang semuanya termasuk bagian Kepri alias Kepulauan Riau.

Sudah berkali-kali aku mampir menginjakkan kaki di Pulau Matak, setiap kali transit dari pesawat sebelum diterbangkan helikopter menuju lokasi Operation dan sebaliknya. Tapi jangan kaget penduduknya sangat bersahabat dan ramah, yang hidup di luar kompleks basis operasi yang modern ini. Maka dengan penuh semangat pergilah sore itu kami bertiga bersama teman-teman yang bekerja di Matak Base menuju ke desa Payalaman di bagian Timur Laut pulau. Matahari terik menyirami desa di pinggir laut dengan rumah-rumah panggung yang bertengger di atas air. Ya, benar-benar di atas air, sehingga dari sela-sela kayu lantai kami bisa mengintip ikan-ikan kecil warna-warni yang berenang-renang riang di air bening. Perahu-perahu kecil mengapung ria ditambatan mereka di depan teras atau di sepanjang jembatan kayu yang menghubungkan rumah dengan daratan. Desa ini cukup maju, dengan parabola-parabola raksasa bertengger di halaman sebagian rumah.

Memang inilah satu-satunya cara agar mereka bisa menangkap siaran televisi, dengan antena parabola. Sebagai desa terdekat, Di kota kecamatan Tarempa di pulau Siantan, tetangga sebelah selatan pulau Matak, keadaan tampak lebih makmur lagi. Di sinilah pusat pemerintahan berada, dan di sinilah pada hari kedua kami bersilaturahmi ke rumah salah satu teman kami yang bekerja juga di offshore, mengucapkan selamat hari lebaran dari rumah ke rumah, sambil dijejali makanan, mulai dari makanan tradisi ketupat dan rendang serta bertoples-toples nastar, sampai ke kacang Batam atau manisan buah dari Malaysia. Memang banyak sekali makanan import asal Malaysia dan Singapura di sini. Bahkan softdrink kalengan semua berasal dari Singapura. Rumah-rumah panggung dari kayu berderet-deret di sepanjang tepi pantai dan sungai. Di rumah-rumah itulah segala jenis usaha dijalankan, mulai dari warung kelontong dan sebagainya. Tapi itu bagian indahnya, sedikit cerita sukses dari sebuah kepulauan dengan banyak penduduk menengah keatas. Masih banyak penduduk yang tinggal di hutan di lereng perbukitan, dalam rumah panggung kayu yang sangat sederhana. Sang suami berjuang menggali hasil laut, sambil harus bersaing dengan kapal besar berpukat harimau milik nelayan gelap dari Thailand yang menyelundup masuk ke perbatasan kita. Dan masih banyak yang tinggal di pulau-pulau kecil dengan standar kehidupan yang sederhana. Memang masalah transportasi jadi persoalan terbesar di kepulauan sini. Masyarakat nelayan seharusnya tidak menganggap laut menjadi halangan.

Dalam benakku, perahu harusnya bagaikan mobil bagi mereka. Tapi tidak semudah itu. Di musim angin kencang seperti ini, bahkan bagi nelayan yang sangat berpengalamanpun melaut jadi hal yang sangat berbahaya. kalau anda ingin menyepi, berlayarlah ke Laut Natuna ( Anambas ) dan tinggallah di salah satu pulau terpencil di sana, menikmati alam. Sungguh, bintang-bintang terlihat terang sekali di langit yang cerah di atas Laut Natuna .....Anambas Jika sekali-kali anda dapat meluangkan waktu anda untuk memanjakan mata anda dengan pemandangan alami kepulauan, inilah tempat yang dapat anda tuju .....dan menenangkan pikiran ....
Reactions:

About Author

Advertisement

Post a Comment

Putra Anambas said... April 6, 2009 at 9:31 PM

Kerja di pulau Matak ya mas..., lihat juga perkembangan pulau Matak dan Anambas umumnya melalui dunia maya di http://putraanambas.blogspot.com

 
Top