sekerey 87 sekerey 87 Author
Title: Bukit Langkisau,Antara Mistik Dan Religius.
Author: sekerey 87
Rating 5 of 5 Des:
Tampat di Puncak bukit Langkisau,entah kuburan siapa? Indah memang pemandangan di puncak bukit rang Painan ini,ditimurnya terhampar Kota P...
Tampat di Puncak bukit Langkisau,entah kuburan siapa?


Indah memang pemandangan di puncak bukit rang Painan ini,ditimurnya terhampar Kota Painan, dan keselatan dan Baratnya terhampar Pemandangan indah teluk Painan dan samudera luas,samudera indonesia.diarah utara nampak pula Nagari salido dan Kampung Laban.
Tetapi tahukah anda,dipuncak Bukit Langkisau ini terdapat sebuah Kuburan zaman dahulu,yang dikeramatkan oleh sebagian orang yang percaya.Kuburan ini dijadikannya sebagai tempat untuk meminta.
Karena kuburan ini dijadikan' tempat' meminta,maka orang Painan yang dahulu-dahulunya menyebut kuburan ini Tampat.
Sampai sekarang siapa yang berkubur di puncak Bukit Langkisau ini tidak diketahui dengan persis.Terkadang ada orang yang datang dari Pagaruyung Batusangkar,mengaku bahwa yang berkubur di puncak Bukit langkisau ini adalah leluhurnya.Juga ada yang datang dari Lunang,juga mengaku yang dikubur dipuncak Bukit ini adalah moyangnya.Terakhir ada orang Bali yang datang dia mengaku bermimpi disuruh datang ke Tampat (Kuburan) dipuncak Bukit langkisau ini,entah untuk apa?tidak diketahui persis.
Sekitar sebulan yang lalu,ada sebuah guci dari tanah liat yang dibungkus dengan kain putih,pada nisan bagian kepala kuburan ini,walau dibenamkan tapi masih ada yang menyembul keluar.
Curiga akan benda tersebut,aku beranikan diri untuk memasuki areal kuburan yang telah dipagar dan dilindungi dengan kain putih itu.Aku gali dan ambil guci itu.
Astaga! isinya,ada rambut manusia,ada penjahit,ada paku yang sudah berkarat diikat dengan benang tujuh warna dan direkatkan dengan damar hutan.Kemudian dibungkus dengan kain putih,mirip membungkus orang meninggal.
Tanya sini,tanya sana sama orang-orang yang mengerti dunia perdukunan,Mereka bilang bahwa itu ada orang yang meminta untuk menguna-gunai seseorang.
Mendengar itu serta merta guci itu aku pecahkan dan segala isinya aku siram dengan minyak tanah dan aku bakar.
Sayang ya,pada zaman internet begini masih ada yang percaya akan tahayul,kapan mau majunya.(sorry berat ya pada yang punya hajat,gucinya aku pecahkan).
Reactions:

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top