Ada yg mengatakan kepulauan Bermuda banyak setan-setannya yang bergentayangan di sana-sini, karena pengunjung sering terdengar suara-suara burung dari kejauhan yang dianggap suara penghuni kepulauan tersebut. Maka tak heran Bermuda dulu juga dikenal dengan "Isle of Devils".
Sampai saat inipun, ada beberapa kapten kapal asal Bermuda yg harus membantu kapal-kapal asing yang akan masuk kepulauan ini, karena cuaca dan karang di sana-sini yang sewaktu-waktu masih bisa mengancam karamnya kapal-kapal asing tersebut.
Btw, tidak banyak orang yang tahu di mana letak persisnya Bermuda tersebut. Kepulauan yang masih jadi kekuasaan Inggris ini, terletak di Lautan Atlantik, 1770 km dari timur utaranya Miami, Florida dan 1350 km dari selatannya Halifax, Nova Scotia, Canada.
Kalau dari Montreal sendiri, kita harus terbang ke Toronto dahulu untuk bisa terus melanjutkan penerbangan ke Bermuda yang memakan waktu kurang lebih 2.5 jam.
Bermuda adalah kepulauan yang besarnya hanya 53.3 km2 yang terdiri dari 138 pulau besar dan kecil. Pulau yang kecil-kecil ada yg memilikinya atau berpenghuni dan ada yg tidak berpenghuni, merupakan milik negara.
Melihat besarnya Kepulauan Bermuda, hanya dalam waktu satu minggu saja, kita bisa mengunjungi semua pantai dan semua destinasi turis di Bermuda dari ujung satu ke ujung lainnya; dari Dockyard ke St.Georges dengan ferry atau dengan bus.
Di dalam bus dan kapal ferry tsb tidak diperbolehkan makan dan minum, sehingga kebersihan sangat terjaga. Karena jalan-jalan di kepulauan ini sangat sempit, kita bisa juga menyewa skuter, carter taxi atau naik bus untuk sampai ke pantai-pantai yang paling ramai dikunjungi para turis seperti Horseshoe Bay, Warwick Long Bay, Elbow beach, Tobasco Bay, Somerset Long Bay, Snorkel Park Beach, dsb.
Ada juga beberapa pantai pribadi yang dimiliki hotel dan hanya boleh dikunjungi oleh penghuni hotel tsb. Menurut pengamatan pribadi, jangan coba-coba memasuki pantai-pantai ini kalau tidak kenal penghuni hotel atau tinggal di hotel tsb, pasti anda akan diusir secara halus/ kasar oleh staff hotel (tergantung dengan staffnya, ada yang ramah ada juga yang galak sekali).
Bermuda pada dasarnya juga berbukit-bukit. Ada yang rendah dan ada yg cukup tinggi. Di atas bukit-bukit ini juga terdapat hotel-hotel dan juga rumah-rumah penduduk yang dicat warna-warna pastel yang cerah, tetapi semua atapnya berwarna putih bersih (seperti terlihat di foto ini). Alasannya karena pada waktu hujan, air yang mengucur di atap-atap ini akan turun ke penampungan air. Jangan heran kalau air tawar cukup susah didapat, sehingga waktu hujan, mereka harus menampung air sebanyak-banyaknya. Air cukup mahal di Bermuda, karena seperti halnya makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari lainnya kebanyakan diimpor dari luar, air minum dalam kemasan botolpun diimpor.
Pada dasarnya tenaga kerja yang memiliki skill yang tinggi masih dibutuhkan di Bermuda. Sejak dahulu kala, banyak orang Eropa (terutama orang Inggris), Kanada dan US berkunjung dan bekerja di sana pada musim dingin dan semi, ada juga yang mendapat kontak kerja tahunan. Saat ini, sudah ada banyak orang Asia (terutama orang philipina/o) dan tim-teng yang bekerja di kepulauan ini. Saya belum melihat orang Indonesia yang bekerja di sana, kemungkinan sudah ada, dilihat dari banyaknya kapal pesiar yang masuk tiap bulannya.
Mungkin ini bisa jadi contoh buat departemen tourisme di Indonesia, krn tahun ini 'Visit Indonesia year', pasti ada saja turis-turis yang baru pertama kali datang ke Indonesia. Kalau mereka mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan, setidaknya ada kartu ucapan terima kasih dari pemerintah karena mereka telah sudi berkunjung ke Indonesia dan mungkin mereka tidak akan ragu-ragu untuk kembali lagi ke Indonesia di lain kesempatan.
Penulis : AL - Canada
Fotogafer : Foto-foto koleksi pribadi
Sumber : Kompas Community
| AIR | VACATION | HOTEL |
Comments