Pantai Pasir Padi Pangkal Pinang

Sabtu, 16 Mei 2009

Pantai Pasir Padi Pangkal Pinang

Mobil yang mengantarku melaju di kompleks perkantoran Propinsi Babel. Mobil melaju ke belakang kompleks meninggalkan gedung-gedung baru yang megah. Jalanan berubah lenggang. Pepohonan muncul dari balik ilalang. Seperempat jam kemudian kami menyibak jalanan yang ditumbuhi ilalang lebat berwarna kekuningan. Pepohonan berkurang. Di kejauhan, suara ombak mulai terdengar. Pasir Padi muncul di cakrawala.

Pantai ini memang namanya pasir padi. Bangka ternyata memiliki pantai-pantai yang cantik. “Di Belitung, pantainya lebih cantik lagi,” tambah Erin, rekan dari Bapedal Babel. Tapi untuk sekarang, Pasir Padi cukuplah. Pantai berpasirnya yang bersih memanjang sejauh mata memandang. Pepohonan cemara laut berjajar di tepian seolah mengamati para pengunjung yang bercengkerama di pasir putih. Konon saat laut surut, pantai ini juga digunakan sebagai arena lomba balap motor.

Di sepanjang jalan beraspal sepanjang pantai, rumah makan dan penginapan rapi berjajar. Kami memilih salah satu rumah makan di tepi pantai. Bentuknya mirip perahu pinisi yang terbuat dari kayu, lengkap dengan layarnya. Di tempat inilah pengunjung bisa bersantai menonton pantai sambil bersantap aneka masakan laut. Bagaimana dengan pantai yang lain ya?

Sumber : Koensetyawan.blogspot.com
Foto : Koensetyawan.blogspot.com,panoramio.com